Yogyakarta Menjadi Markas Favorit 13 Klub Liga 1

Yogyakarta Menjadi Markas Favorit 13 Klub Liga 1

Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi markas favorit kontestan Liga 1. Tercatat 13 klub menyatakan ingin bermarkas di Kota Gudeg. Stadion Maguwoharjo dan Stadion Sultan Agung menjadi yang paling diminati. Hal ini membuat pembuatan jadwal menjadi lebih rumit.

Sebelumnya, PT Liga Indonesia Baru (LIB) meminta klub untuk menentukan markas klub. Hal ini dilakukan terkait dengan pemusatan Liga 1 di Pulau Jawa.

PT LIB juga telah menginstruksikan enam klub luar Jawa untuk bermarkas di Yogyakarta. Keenam klub tersebut adalah Persiraja Banda Aceh, Borneo FC, Barito Putera, PSM Makassar, Persipura Jayapura, dan Bali United.

Keenam klub tersebut diberikan tiga opsi stadion. Yakni, Stadion Maguwoharjo Sleman, Stadion Sultan Agung Bantul, dan Stadion Mandala Krida Yogyakarta.

Hasilnya, Stadion Maguwoharjo dan Stadion Sultan Agung menjadi yang paling banyak diminati. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita.

13 Klub Ingin Bermarkas di Yogyakarta

Namun, tidak hanya enam klub tersebut yang mengajukan Yogyakarta sebagai markas. Sebagaimana dikatakan Akhmad Hadian, ada 13 klub yang ingin bermarkas di Kota Gudeg.

Artinya, di luar PSS Sleman, ada enam klub Jawa yang ingin bermarkas di Yogyakarta. Namun. Akhmad Hadian tidak menyebutkan klub tersebut.

“13 tim memilih Stadion Maguwoharjo dan Stadion Sultan Agung. Jumlah uang memilih keduanya berimbang. Jadi, bukan hanya klub luar Jawa yang mengajukan (markas di Yogyakata),” ujar Akhmad Hadian.

Yogyakarta Menjadi Markas Favorit 13 Klub Liga 1

Pengaturan Jadwal Pertandingan Menjadi Rumit

Pilihan tersebut tentu kemudian menimbulkan masalah bagi PT LIB. Jika seluruh permintaan dipenuhi, maka operator harus mencari lapangan latihan yang memadai. Selain itu, pembagian jadwal pertandingan akan menjadi lebih rumit.

Membagi jadwal 13 klub dengan hanya dua stadion tentu bukan hal biasa. Fenomena ini bukanlah hal yang lumrah terjadi sebelumnya. Apalagi, format lanjutan kompetisi tetap menggunakan model double round-robin.

Selain itu, lanjutan Liga 1 dijadwalkan rampung dalam lima bulan. Seluruh pertandingan diharapkan berakhir pada 28 Februari 2021. Hal ini tentu membuka kemungkinan adanya jadwal pertandingan yang cukup padat.

Menyikapi permasalahan tersebut, Akhmad Hadian berjanji akan mengatur jadwal pertandingan dengan baik. Sehingga, nantinya tidak akan terjadi penumpukan pertandingan. Ia juga berharap bisa segera menyampaikan jadwal pertandingan kepada semua kontestan.

“Prinsipnya, dari sisi penjadwalan jangan sampai bentrok. Mudah-mudahan penjadwalannya bisa segera kami selesaikan,” ujar Akhmad Hadian.

Sejauh ini, PT LIB memang belum membuat jadwal resmi pertandingan. Jadwal ini bakal dibuat usai manager meeting pada 17 Juli besok.

Yogyakarta Menjadi Markas Favorit 13 Klub Liga 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top