Tunggak Gaji Pemain, Dirut PSS Beberkan Permasalahan Klub

Tunggak Gaji Pemain, Dirut PSS Beberkan Permasalahan Klub

PSS Sleman dikabarkan telah menunggak dua bulan gaji personel klub. Setelah sebelumnya bungkam, kini jajaran direksi klub Elang Jawa bersedia memberikan penjelasan. Terhambatnya proses perpindahan kepemilikan menjadi alasan klub belum menunaikan kewajibannya.

Seperti diketahui, beberapa pemain PSS sempat mengeluhkan pelunasan pembayaran gaji. Pihak klub kabarnya belum memberikan dua bulan gaji seluruh awak klub. Selain itu, mereka juga telah empat kali dijanjikan bakal menerima haknya.

Kabaer tersebut kemudian dibenarkan oleh jajaran direksi PSS Sleman. Setelah sebelumnya memilih bungkam, kini mereka telah bersedia berkomentar. Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada (PSS), Marco Paulo Gracia, akhirnya menjelaskan duduk perkaranya.

Marco Paulo Gracia juga menjelaskan alasan penunggakan gaji tersebut, Menurutnya, belakangan ini PT PSS memang tengah menghadapi permasalahan internal. Sumber masalah ini berasal dari proses pemindahan kepemilikan dari pemegang saham sebelumnya.

Proses Take Over yang Lambat

Menurut penuturan Marco, hingga kini proses pemindahan kepemilikan tersebut belum rampung. Ia juga mengatakan bahwa proses tersebut tidak bisa berjalan dengan cepat. Ada rangkaian mekanisme yang harus dijalani dalam transaksi jual beli.

Sebelumnya, PSS Sleman memang sempat mengalami pemindahan kepemilikan. PT Palladiun Putra Cemerlang telah membeli saham mayoritas PT PSS dari tangan Sukeno. Untuk itu, proses tersebut memutuhkan oembuatan Akta Jual Beli (AJB).

“Kami harus melewati proses take over dari pemilik perusahaan sebelumnya. Bahkan, pembuatan AJB juga baru selesai bulan lalu,” ujar Marco, Minggu (19/7).

Tunggak Gaji Pemain, Dirut PSS Beberkan Permasalahan Klub

“Karena proses pemindahan kepemilikan belum selesai, kami kesulitan mengakses keuangan,” imbuh eks petinggi Badak Lampung tersebut.

Pencairan Dana Tidak Bisa Sembarangan

Tersendatnya proses pemindahan kepemilikan ini berdampak pada ditunggaknya gaji personel klub. Sebab, dalam sistem perusahan, proses pencairan keuangan tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Ada beberapa proses yang harus dilalui. Hal inilah yang membuat pemilik baru PT PSS mengalami kendala.

“Direksi anyar PT PSS masih butuh waktu. Kami juga masih harus melengkapi struktur yang kosong. Terutama pada bagian direktur keuangan,” ungkap Marco.

“Setelah adanya direktur keuangan, kami berharap kinerja PT PSS semakin membaik,” imbuhnya.

Setelah seluruh rangkaian proses pemindahan kepemilikan rampung, Marco berjanji akan melunasi gaji pemain. Ia juga mengatakan bahwa jajaran direksi tetap memegang komitmen yang telah disepakati.

“Saat liga dihentikan Maret lalu, kami tim pertama yang membayar 100 persen gaji bulan Maret. Jadi, jangan ragukan komitmen kami. Kami juga telah berusaha memberikan pengertian kepada pemain, pelatih, dan karyawan,” pungkasnya.

Tunggak Gaji Pemain, Dirut PSS Beberkan Permasalahan Klub

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top