Subsidi Macet, Arema FC Kelabakan Tunaikan Gaji Pemain

Subsidi Macet, Arema FC Kelabakan Tunaikan Gaji Pemain

Jelang bergulirnya Liga 1, krisis finansial masih menyelimuti Arema FC. Kini, tim Singo Edan mengaku kelimpungan untuk membayar gaji pemain. Macetnya aliran dana subsidi dari PT LIB disebut sebagai kendalanya. Sebab, hak komersial tersebut merupakan satu-satunya harapan di tengah krisis finansial.

Hal ini diakui oleh General Manager Arema FC, Ruddy Widodo. Ia mengaku kesulitan mendapatkan pendanaan untuk membayar gaji pemain. Terutama pembayaran gaji pemain pada bulan Juli dan Agustus.

Gaji bulan Juli dan Agustus merupakan problem pelik bagi klub. Sebab, hal ini tidak dijelaskan dalam Surat Keputusan (SK) PSSI. Dalam SK tersebut, gaji pemain bisa dinegosiasi ulang pada September. Praktis, gaji bulan Juli dan Agustus luput dari sorotan.

Dana Subsidi Seret

Di sisi lain, Arema FC tengah mengalami krisis finansial selama kompetisi ditangguhkan. Kini, klub hanya bertumpu pada dana subsidi dari PT LIB. Namun, hak komersial klub itu kabarnya baru akan cair Oktober mendatang.

Hal ini membuat Ruddy Widodo menyuarakan keresahan manajemen Arema FC. Ia meminta petinggi PT LIB agar memerhatikan permasalahan ini.

“Ini menjadi tantangan bagi teman-teman PT LIB yang baru. Kami ingin subsidi yang Rp500 juta itu cair bulan Juli dan Agustus. Sementara pada September, sudah ada subsidi Rp800 juta (ketetapan baru),” ujar Ruddy Widodo.

Subsidi Macet, Arema FC Kelabakan Tunaikan Gaji Pemain

Keresahan Banyak Klub Liga 1

Ruddy juga menjelaskan bahwa problem ini tidak hanya menimpa Arema FC. Beberapa kontestan Liga 1 lainnya juga mengalami problem serupa. Oleh karena itu, ia berharap operator segera memberikan solusi terbaik bagi klub.

“Ini tentu berat sekali untuk klub. Yang terpakai sekarang lagi-lagi pasti uang owner klub. Jika tidak ada subsidi itu, memang susah juga. Karena hampir semua pihak kena imbas Covid-19 ini,” ungkap pria asal Kota Madiun tersebut.

Pembayaran gaji bulan Juli hingga Agustus memang menjadi sorotan. Sebab, tidak ada dasar hukum yang menjadi landasan penerapannya. Dalam SK terbaru bernomor SKEP/53/VI/2020, penyesuain gaji baru efektif pada bulan September.

Namun, klub-klub tengah bersiap menggelar latihan pada bulan Juli dan Agustus. Sehingga manajemen mengaku kebingungan akan mengacu peraturan yang mana. Apakah mengikuti surat yang baru atau menggunakan peraturan yang lama.

Dalam SK sebelumnya, klub diperbolehkan hanya membayar 25 persen nilai gaji. Namun, surat keputusan tersebut sejatinya telah kedaluwarsa. Sebab, SK tersebut hanya mengatur pemabayaran gaji hingga bulan Juni 2020.

Subsidi Macet, Arema FC Kelabakan Tunaikan Gaji Pemain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top