Shin Tae-yong dan PSSI Sama-sama Langgar Kesepakatan

Shin Tae-yong dan PSSI Sama-sama Langgar Kesepakatan

Perseteruan antara Shin Tae-yong dengan PSSI terus memanas. Keduanya dianggap sama-sama tidak komitmen terhadap program persiapan timnas Indonesia. PSSI dinilai tidak sepenuh hati mendukung program Shin Tae-yong. Sementara Shin dinilai tidak profesional dalam menjalankan tugasnya.

Perseteruan ini berawal dari pernyataan Shin Tae-yong yang menyerang PSSI. Dalam wawancara dengan media Korea Selatan, Shin membeberkan borok PSSI. Pihak federasi dianggap tidak mendukung kinerja tim pelatih.

“Jika saya membuat program untuk pemain timnas, tolong kerja samanya. Saya ini seorang pelatih dan bukan pesulap. Semua itu butuh proses,” ujar Shin Tae-yong.

Akar masalah ini adalah terkait program pemusatan latihan timnas U-19. Shin Tae-yong ingin TC tersebut digelar di Korsel. Pemusatan latihan tersebut rencananya digelar selama 50 hari. Alasannya, penanganan pandemi Covid-19 di Korsel lebih baik.

Selain itu, infrastruktur di negeri ginseng dianggap lebih memadai. Kemudian, di Korea banyak lawan tanding yang cukup representatif. Kondisi ini dinilai bakal menguntungkan persiapan timnas Indonesia U-19.

Namun, keinginan Shin Tae-yong tersebut tidak direalisasikan PSSI. Penolakan ini tentu membuat palatih Korsel di Piala Dunia 2018 tersebut kecewa.

PSSI Langgar Kesepakatan

Kekecewaan Shin Tae-yong tersebut tentu cukup beralasan. Sebab, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan sudah berjanji akan mendukung pelatih berusia 47 tahun tersebut. Hal itu diucapkannya saat memperkenalkan Shin Desember 2019 lalu.

“Apapun permintaan Shin Tae-yong akan saya berikan,” ucap Mochamad Iriawan 28 Desember 2019 lalu.

Shin Tae-yong dan PSSI Sama-sama Langgar Kesepakatan

Iwan, sapaan Iriawan, juga sudah menjanjikan pemusatan latihan di Korea Selatan. Pernyataan tersebut termuat dalam laman resmi PSSI, pssi.org. Iwan menyatakan setalah TC di Thailand, pemusatan latihan timnas U-19 belum berakhir. Selanjutnya, mereka akan pergi ke Korea Selatan, Inggrisdan Jerman.

Rangkaian tersebut merupakan persiapan timnas U-19 sebelum tampil di Piala Asia 2020. Agenda tersebut sedianya bakal di gelar di Uzbekistan, 14-31 Okteober mendatang.

Shin Tae-yong Terus Bersilat Lidah

Namun, kekecewaan tersebut tidak lantas membuat Shin Tae-yong bisa berbuat seenaknya. Masih banyak tanggung jawab lain yang harus diembannya. Namun, Shin malah bersilat lidah di media seolah dirinya dipojokkan PSSI.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri. Menurut Indra, Shin harus tetap fokus pada tugas pribadinya. Sebab, perencanaan program timnas Indonesia juga terus berjalan.

“Komunikasi dengan Bima Sakti terus berjalan. Kami diskusi program dan mencari solusi untuk dieksekusi. Namun, komunikasi dengan Shin masih belum. Dia malah berbicara di media Korea Selatan. Ini tentu kurang baik. Sebaiknya bicarakan dulu program timnas dengan kami,” ujar Indra Sjafri.

Shin Tae-yong dan PSSI Sama-sama Langgar Kesepakatan
Cindy

Cindy

Dari kecil saya paling akrab sama Papa. Dan Ayah ku itu gemar sekali sama olahraga sepakbola. Jadinya ya aku sedikit banyak, tau banget lah soal sepak bola. Dan ketemu Rebecka, jadi punya ide buat bikin website berita sepak bola sendiri buat nyalurin hobi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top