Respon Pemain Madura United atas Pemangkasan Separuh Gaji

Respon Pemain Madura United atas Pemangkasan Separuh Gaji

PSSI telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) terkait penyesuaian gaji. SK ini mendapatkan berbagai tanggapan dari pesepakbola. Dua pemain Madura United, Asep Berlian dan Beto Goncalves, turut memberikan komentar. Keduanya mengaku menerima pemangkasan separuh gaji ini.

Sebagaimana diketahui, keputusan melanjutkan kompetisi juga diiringi opsi renegosiasi kontrak. Dalam kontrak baru tersebut, akan ada penyesuaian gaji pemain dan pelatih. Bagi pemain Liga 1, gaijnya akan dipangkas hingga 50 persen.

SK tersebut akan efektif berjalan satu bulan sebelum pertandingan perdana digelar. Jika Liga 1 dimulai Oktober, maka regulasi tersebut berlaku mulai bulan September.

Striker Madura United, Beto Goncalves, mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut. Ia mengatakan bahwa yang terpenting saat ini adalah liga dilanjutkan. Sebab, bagi pesepak bola, hanya itu solusi yang paling melegakan.

“Saya lebih memilih agar bisa kembali bermain. Saya ingin bermain sepak bola lagi, dan bekerja juga,” ujar Beto Goncalves.

Siap Terima Pemangkasan Gaji

Oleh sebab itu, Beto mengaku menerima apapun keputusan PSSI. Ia siap menerima sodoran kontrak baru meski gajinya bakal dipangkas. Striker naturalisasi ini juga memahami beban finansial yang diderita klub.

“Saya siap menerima keputusan mereka (klub dan federasi). Meski hanya dibayar 50 persen, saya tidak masalah. Kalau (pemangkasan gaji) 50 persen itu lumayan untuk hidup,” ujar striker berusia 39 tahun tersebut.

Respon Pemain Madura United atas Pemangkasan Separuh Gaji

Lebih lanjut, Beto mengaku bersyukur bahwa klubnya berubah pikiran. Seperti diketahui, Madura United sebelumnya memang lantang menolak lanjutan kompetisi. Manajemen bersikeras bahwa lanjutan liga sangat mungkin menimbulkan risiko.

Tetap Bersyukur

Respon yang sama juga disampaikan oleh kolega Beto, Asep Berlian. Gelandang bertahan MU ini juga menerima penyesuaian gaji tersebut. Ia juga mengaku tetap bersyukur meski nominal gajinya dipangkas hingga 50 persen.

Sebagaimana Beto, Asep Berlian juga sudah menantikan lanjutan kompetisi. Sebab, dunia si kulit bundar bukan lagi sekedar hobi. Melainkan sudah menjadi mata pencaharian para pesepak bola.

“Pemain tentu ingin sekali (liga berjalan lagi) dan mengikuti kompetisi,” ujar Asep Berlian.

Sebagai pemain profesional, Asep selalu patuh terhadap keputusan. Apalagi, kondisi pandemi ini sangat merugikan berbagai pihak, termasuk klub. Oleh sebab itu, ia mengaku tetap bersyukur meski ada pemangkasan gaji. Hal ini juga ia nilai sebagai keputusan negeri.

“Apapun (keputusan federasi dan klub), saya bersyukur. Karena ini memang keputusan yang terbaik,” tutur mantan gelandang Persebaya Surabaya ini.

Respon Pemain Madura United atas Pemangkasan Separuh Gaji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top