PT LIB Ogah Cairkan Dana Subsidi Selama Liga Ditangguhkan

PT LIB Ogah Cairkan Dana Subsidi Selama Liga Ditangguhkan

PT Liga Indonesia Baru (LIB) tidak akan mencairkan dana subsidi. Pembekuan hak komersil klub ini berlaku selama Liga 1 ditangguhkan. Padahal, sebelumnya beberapa klub telah menagih dana subsidi tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno. Ia menyatakan bahwa dana subsidi hanya dicairkan saat kompetisi bergulir. Artinya, selama kompetisi ditangguhkan, tidak ada dana subsidi bagi klub.

Sebelumnya, PSSI memutuskan Liga 1 ditangguhkan hingga Juni. Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan yang dikeluarkan federasi. Dengan demikian, Sudjarno mengisyaratkan tidak ada dana subsidi untuk tiga bulan tersebut.

“Kemarin, sepak bola berada dalam kondisi kahar. Berdasarkan SKEP/48/III/2020, dengan terpaksa kompetisi harus ditangguhkan,” ujar Sudjarno.

“Idealnya, kami hanya memberikan dana subsidi saat liga aktif dan ada pertandingan,” imbuhnya.

Sudah Ditagih Klub

Kepastian ini tentu menjawab keresahan yang disampaikan pihak klub. Pasalnya, beberapa klub telah menagih pembayaran dana subsidi tersebut. Bahkan, ada klub yang menagih pencairan dana tiga bulan sekaligus. Hal ini terjadi karena klub sangat bergantung pada dana tersebut.

Hal ini pernah disampaikan General Manager Arema FC, Ruddy Widodo. Ia mengaku kelabakan untuk menunaikan gaji para pemainnya. Apalagi, dana sponsor juga macet akibat absennya pertandingan. Maka dari itu, klub meminta agar dana subsidi segera dicairkan.

Penyataan senada juga disampaikan oleh bos Borneo FC, Nabil Husein. Bahkan, ia menagih pembayaran dana subsidi tiga bulan sekaligus. Yakni, periode bulan April, Mei, dan Juni.

PT LIB Ogah Cairkan Dana Subsidi Selama Liga Ditangguhkan

“Sebelum bicara subsidi baru, subsidi lama dibereskan lebih dulu. Biar PT LIB tidak lupa,” ujar Nabil Husein.

Menurut Nabil, PT LIB harus mencairkan dana subsidi tiga bulan tersebut. Sebab, walaupun tanpa pertandingan, klub juga berkewajiban menunaikan 25 persen gaji pemain. Ia menuturkan, absennya kompetisi bukan dalih untuk mengabaikan tanggung jawab.

Sepakati Kenaikan Dana Subsidi

Kendati demikian, Sudjarno memastikan PT LIB akan menaikkan besaran dana subsidi. Dari semula hanya Rp520 juta, menjadi Rp800 juta per bulan. Menurutnya, nominal tersebut telah disepakati dalam rapat bersama PSSI dan perwakilan klub.

“(Kenaikan dana subsidi) sesuai rapat yang telah dilakukan sebelumnya. Bahkan, sebelum surat keputusan lanjutan liga dikeluarkan PSSI.” tutur purnawirawan Polri berpangkat akhir Inspektur Jenderal (Irjen) tersebut.

Kenaikan besaran dana subsidi ini bertujuan untuk membantu keuangan klub. Perihal kenaikan ini, PT LIB juga telah menyampaikan komitmennya. Komitmen ini disampaikan dalam rapat bersama klub pada Jumat (17/7) lalu.

PT LIB Ogah Cairkan Dana Subsidi Selama Liga Ditangguhkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top