PSS Sleman Tidak Masalah Jika Harus Berbagi Kandang

PSS Sleman Tidak Masalah Jika Harus Berbagi Kandang

PT LIB menginstruksikan agar klub luar Jawa bermarkas di Yogyakarta. Sebab, sisa laga Liga 1 bakal berpusat di Pulau Jawa. Klub asal Yogyakarta, PSS Sleman, angkat suara mengenai wacana ini. Tim Super Elang Jawa mengaku tidak masalah untuk berbagi kandang.

Sebelumnya, PT Liga Indonesia Baru (LIB) memang telah mengambil keputusan. Salah satunya adalah lanjutan Liga 1 bakal dipusatkan di Jawa. Untuk itu, klub asal luar Jawa markasnya dipindahkan ke Yogyakarta.

Ada tiga opsi stadion yang bisa menjadi pilihan markas. Yakni Stadion Maguwoharjo (markas PSS), Stadion Sultan Agung (markas Persiba Bantul), dan Stadion Mandala Krida (markas PSIM Yogyakarta).

Dari tiga stadion tersebut, Stadion Maguwoharjo merupakan yang paling diminati. Dua klub sudah mengajukan permohonan untuk bermarkas di sana. Dua klub tersebut adalah Persiraja Banda Aceh dan Borneo FC.

Menanggapi hal tersebut, manajemen PSS Sleman pun memberikan tanggapan. Mereka mengaku tidak mempermasalahkan pemilihan Stadion Maguwoharjo tersebut. Pernyataan ini disampaikan oleh Hempri Suyatna selaku Direktur Operasional PSS.

PSS Bukan Pemberi Izin

Hempri Suyatna juga menyatakan bahwa perihal izin penggunaan bukan merupakan kewenangan PSS. Pengelolaan Stadion Maguwoharjo berada di tangan UPT Stadion Maguwoharjo.

“Tidak masalah (jika harus berbagi kandang). Karena masalah perizinan penggunaan tidak ada di kami (PSS). Kewenangan ini dipegang oleh UPT Stadion Maguwoharjo sebagai pengelola,” ujar Hempri Suyatna, Rabu (15/7).

PSS Sleman Tidak Masalah Jika Harus Berbagi Kandang

Hempri juga telah memiliki rencana jika mereka benar-benar berbagi markas. Ia mengutarakan keinginannya untuk berkoordinasi dengan dua klub lainnya. Koordinasi ini juga akan melibatkan pengelola Stadion Maguwoharjo.

“Kami akan coba berkoordinasi dengan kedua tim tersebut. Nanti kita juga akan mengajak UPT Stadion Maguwoharjo,” tutur Hempri.

Permasalahkan Jadwal

Lebih lanjut, Hempri justru lebih menyoroti terkait pembagian jadwal. Baik jadwal latihan, maupun jadwal pertandingan. Sebab, tidak mudah mengatur jadwal tiga klub dengan satu kandang.

Apalagi lanjutan kompetisi nantinya hanya diberikan waktu selama lima bulan. Pada 28 Februari, rangkaian pertandingan Liga 1 diharapkan sudah selesai. Hal ini tentu berpotensi menimbulkan jadwal pertandingan yang padat.

Oleh karena itu, Hempri berharap agar jadwal pertandingan bisa disusun dengan baik. Sehingga tidak ada satupun tim yang nantinya merasa dirugikan.

“Harapannya tentu semoga PT LIB bisa merilis (jadwal) yang terbaik,” ucap Hempri memungkasi.

Hingga sekarang, baru dua tim luar Jawa yang mengkonfirmasi pengajuan pilihan markas. Sementara empat tim lainnya belum memberikan kepastian.

PSS Sleman Tidak Masalah Jika Harus Berbagi Kandang
Cindy

Cindy

Dari kecil saya paling akrab sama Papa. Dan Ayah ku itu gemar sekali sama olahraga sepakbola. Jadinya ya aku sedikit banyak, tau banget lah soal sepak bola. Dan ketemu Rebecka, jadi punya ide buat bikin website berita sepak bola sendiri buat nyalurin hobi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top