PSIS Semarang Minta PSSI Tanggung Biaya Tes Corona

PSIS Semarang Minta PSSI Tanggung Biaya Tes Corona

PSSI mewajibkan setiap tim mengadakan tes corona kepada pemainnya. Tes ini wajib digelar tiga hari sebelum pertandingan dilaksanakan. Namun, PSIS Semarang meminta PSSI menanggung seluruh biaya tes ini.

Permintaan ini disampaikan oleh General Manajer PSIS, Wahyu Winarto. Ia juga mengeluhkan mahalnya biaya tes Covid-19 di Indonesia.

Biaya swab test bisa mencapai Rp2,5 juta per orangnya. Sementara rapid test dibanderol hingga Rp350 ribu per orang.

Wahyu Winarto mengatakan biaya tes kesehatan ini cukup memberatkan klub. Sebab, setiap tim memiliki sekitar 20-30 pemain dan pelatih. Bisa dibayangkan besarnya biaya operasional klub dalam sekali pertandingan.

Menyikapi hal tersebut, Wahyu meminta PSSI menanggung biaya tes kesehatan. Bahkan, ia mengaku sejak awal telah menyuarakan permintaan ini.

“Kalau biaya tes kesehatan, kami sejak awal meminta PSSI menanggung biayanya. Karena biaya yang dikeluarkan untuk tes swab atau rapid juga tidak sedikit,” ujar Wahyu Winarto.

Biaya Membengkak bagi Tuan Rumah

Wahyu juga mempertimbangkan pembengkakan biaya bagi tim tuan rumah. Menurutnya, klub juga bakal menanggung biaya tes perangkat pertandingan.

“Bayangkan saja. Pemain dan official klub mencapai 30 orang. Belum lagi biaya-biaya lainnya. Misal untuk partai kandang, ada panpel dan pihak keamanan juga. Itu biayanya tidak sedikit,” ujar pria yang kerap disapa ‘Liluk’ tersebut.

PSIS Semarang Minta PSSI Tanggung Biaya Tes Corona

Biaya tersebut bakal menjadi beban finansial bagi klub kontestan liga. Beban ini akan bertambah jika pertandingan digelar tanpa penonton. Sehingga pemasukan yang didapat tidak cukup untuk menutup beban operasional klub.

PSSI Wajibkan Tes Kesehatan bagi Pemain

PSSI memang mewajibkan adanya tes kesehatan bagi seluruh komponen tim. Hal ini tercantum dalam panduan kesehatan yang diedarkan pihak federasi. Peraturan pertama dalam panduan tersebut adalah kewajiban adanya tes kesehatan.

Menurut aturan PSSI, tes corona harus digelar tiga hari sebelum pertandingan. Bahkan, tes juga harus kembali dilakukan sehari sebelum pertandingan. Hal ini dilakukan sebagai screening awal pencegahan penularan Covid-19.

Panduan kesehatan ini disusun oleh dokter timnas, Syarif Alwi. Namun, tes kesehatan yang diminta hanya sebatas rapid test. Ia menuturkan bahwa harga merupakan pertimbangan utamanya. Harga swab test yang terlampau mahal dianggap membebani klub sepak bola.

“Kalau swab test, siapa yang sanggup? Swab test itu paling murah dibanderol Rp1,5 juta. Rapid test saja belum tentu klub-klub sanggup menanggung biayanya,” ujar Syarif Alwi.

Rapid test itu alat untuk membantu diagnosa. Yang nanti membantu kerja para dokter tim,” imbunya.

PSIS Semarang Minta PSSI Tanggung Biaya Tes Corona

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top