PSIS Semarang Cari Cara untuk Bayar 50 Persen Gaji Pemain

PSIS Semarang Cari Cara untuk Bayar 50 Persen Gaji Pemain

PSIS Semarang belum membuka pembicaraan terkait penyesuaian gaji pemain. Tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar ini masih mencari formula terbaik. Manajemen tengah mencari cara untuk menunaikan 50 persen gaji pemain tersebut.

Upaya ini disampaikan oleh General Manager PSIS, Wahyu Winarto. Ia mengaku masih mencari konsep yang bisa mengakomodasi kepentingan semua pihak. Sehingga tidak ada potensi kerugian yang menghantui semua pihak.

“Kami belum melakukan itu (regeosiasi kontrak pemain). Sekarang, kami masih menyusun beberapa konsep. ini berkaitan dengan surat PSSI tentang gaji 50 persen,” ujar Wahyu Winarto.

Menurut Wahyu Winarto, pihaknya juga sangat berhati-hati dalam mencari solusi. Ia menginginkan adanya formula yang tidak merugikan salah satu pihak. Sehingga kepentingan semua pihak harus diperhatikan.

“Tentunya kami sangat berhati-hati. Kami akan membuat konsep yang win-win solution bagi pemain, pelatih, dan ofisial,” ujar Liluk, sapaan akrab Wahyu Winarto.

Segera Buka Pembicaraan

Lebih lanjut, Liluk sesumbar akan segera menemukan formula terbaik. Setelah terbentuk, pembicaraan dengan semua awak tim akan segera dilaksanakan. Ia juga berharap nantinya semua pihak menerima aturan tersebut.

“Supaya semuanya enak sama enak. Jadi klub tidak dirugikan, pemain dan ofisial juga tidak dirugikan,” ujar pria yang juga anggota DPRD Semarang tersebut.

Saat ini, PSIS masih menggaji pemainnya dengan aturan lama. Ini akan dilakukan sampai ada kontrak baru yang disepakati. Menurut Liluk, semua pemain juga tidak mempermasalahkan hal ini. Sebab, sejatinya semua pemain telah memiliki perjanjian dengan klub selama pandemi.

PSIS Semarang Cari Cara untuk Bayar 50 Persen Gaji Pemain

“Sebelum ada titik terang dari PSSI, kami berpegangan pada format lama,” tandas Liluk.

Tagih Tiga Bulan Dana Subsidi Sekaligus

Sementara itu, Liluk juga menjelaskan salah satu cara untuk menunaikan kewajiban klub. Kini, pihak manajemen PSIS berusaha menagih pencairan dana subsidi. Bahkan, manajemen menginginkan hak komersial selama tiga bulan dicairkan sekaligus.

Tiga bulan dana subsidi yang ditagih adalah periode Juni hingga Agustus. Nilainya sebesar Rp500 juta tiap bulannya. Sehingga total nilainya mencapai Rp1,5 miliar.

“Yang Juni kan belum dibayar. Kami berharap (dibayar) dengan Agustus. Kalau liga dimulai Oktober, tentunya Agustus harus dicairkan,” ungkap Liluk.

Menurut Liluk, pencairan dana subsidi ini sudah sangat dinantikan. Sebab, pandemi Covid-19 ini membuat klub kehilangan pemasukan. Praktis, klub hanya menggantungkan hidupnya pada hak komersil tersebut.

“Itu (dana subsidi) sudah seperti sumber kehidupan tim. Cuma itu yang bisa kami harapkan,” ujar Liluk menegaskan.

PSIS Semarang Cari Cara untuk Bayar 50 Persen Gaji Pemain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top