PSBB Diperpanjang, Persita Tangerang Belum Tentukan Markas

PSBB Diperpanjang, Persita Tangerang Belum Tentukan Markas

Persita Tangerang belum menentukan markas untuk menjalani lanjutan kompetisi. Manajemen mengaku bimbang akibat PSBB di Tangerang diperpanjang. Kendati demikian, manajemen tetap berharap bisa tampil di hadapan publik sendiri.

PT LIB telah meminta klub untuk memilih markas masing-masing. Batas pengajuan markas ini berkahir pada 15 Juli lalu. Namun, hingga kini, Persita masih belum menentukan pilihan markasnya.

Hal ini diungkapkan oleh manajer Persita, I Nyoman Suryanthara. Ia mengaku pihaknya masih kebingungan dalam memilih markas dalam lanjutan Liga 1 2020. Sebelumnya, mereka bermarkas di Benteng Taruna Sport Center Kelapa Dua.

Menurut Surayanthara, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) cukup menyulitkan timnya. Apalagi Pemerintah Provinsi Banten sepakat memperpanjang masa berlakunya PSBB.

“Sebelumnya, PT LIB memberikan formulir untuk pengajuan homebase klub. Namun, kami belum mengirimkan karena PSBB di Tangerang diperpanjang,” ujar I Nyoman Suryanthara.

Bergantung Kebijakan PSBB DKI Jakarta

Suryanthara menambahkan, ia sama sekali tidak mengetahui kapan PSBB berakhir. Sebab, keputusan PSBB di Tangerang bergantung pada kebijakan Pemprov DKI Jakarta. Hal ini tentu menambah kebingunan manajemen dalam menentukan langkah.

“Kami belum tahu. Kami tidak yakin apakah masih bisa bermain di Tangerang. Selama DKI memperpanjang PSBB, biasanya otomatis Tangerang ikut diperpanjang juga,” ungkap Suryanthara.

“Ini sudah kali ketiga PSBB di Tangerang diperpanjang. Jadi kami belum bisa menentukan bisa bermain di Tangerang atau tidak,” tambahnya.

PSBB Diperpanjang, Persita Tangerang Belum Tentukan Markas

Persoalkan Izin Pertandingan

Selain PSBB, Suryanthara juga mengkhawatirkan perihal izin menggelar pertandingan. Ia belum yakin izin pertandingan dari kepolisian bakal keluar dengan mulus.

Suryanthara menjelaskan bahwa izin pertandingan di Stadion Benteng Taruna masuk ke Polda Metro Jaya. Oleh karena itu, ia ragu apakah bisa mendapatkan izin pertandingan. Apalagi, kini Persija Jakarta juga memilih bermarkas di Bantul.

“Jadi, untuk izin pertandingan kami bukan ke Polda Banten. Tapi mengurus perizinannya ke Polda Metro Jaya. Sedangkan Persija saja markasnya di Stadion Sultan Agung,” tutur Suryanthara.

Meski demikian, Suryanthara mengaku ingin tetap bermain di Tangerang. Sebab, bermarkas di luar Tangerang bakal menambah beban operasional klub.

“Kami berharap agar tetap bisa bermain di Tangerang. Tapi, sekarang kami belum memastikan situasinya. Terutama masalah perizinan, apakah nanti bakal diizinkan atau tidak,” ucap Suryanthara.

“Bisa dibayangkan kalau kami tidak diizinkan main di Tangerang. Untuk bermarkas di luar, tentu biayanya luar biasa besar. Selama lima bulan kami harus menetap di sana,” pungkasnya.

PSBB Diperpanjang, Persita Tangerang Belum Tentukan Markas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top