Persita Klarifikasi Terkait Penolakan Lanjutan Liga 1

Persita Klarifikasi Terkait Penolakan Lanjutan Liga 1

Persita Tangerang memberikan klarifikasi terkait penolakan mengikuti lanjutan kompetisi. Tim berjuluk Pendekar Cisadane ini mengaku masih mau berkompetisi di Liga 1. Saat ini, manajemen masih memantau kondisi pandemi di Indonesia.

PSSI telah memutuskan lanjutan Liga bakal digelar Oktober mendatang. Akan tetapi, ada empat tim yang menolak untuk melanjutkan kompetisi. Keempatnya adalah Barito Putera, Persik Kediri, Persebaya Surabaya, dan Persita Tangerang.

Namun, manajemen Persita mengaku bukan menolak lanjutan Liga 1. Hal ini disampaikan oleh manajer Persita, Nyoman Suryanthara. Ia menyampaikan bahwa timnya masih ingin berkompetisi di Liga 1.

Saat ini, yang dilakukan manajemen adalah mencoba melihat situasi Covid-19 di Indonesia. Menurut Suryanthara, timnya ingin memastikan pandemi telah mereda Oktober mendatang. Pasalnya, manajemen tidak ingin mengambil risiko yang membahayakan timnya.

“Intinya, Persita bukannya menolak (berkompetisi di lanjutan kompetisi). Kami konsisten dengan pendapat kami saat virtual meeting lalu,” ujar Nyoman Suryanthara, Kamis (9/7).

“Kami setuju jika kompetisi dilanjutkan di bulan Oktober. Kami akan melihat gimana kondisi pandemi hingga Agustus nanti,” imbuhnya.

Usulkan Format Turnamen

Lebih lanjut, Suryanthara mengaku lebih sepakat jika kompetisi diganti dengan turnamen. Hal ini juga telah ia usulkan dalam rapat virtual lalu. Hingga kini, Persita masih tetap bersikeras dengan opsi tersebut. Opsi tersebut dinilai menjadi pilihan terbaik kala pandemi.

Persita Klarifikasi Terkait Penolakan Lanjutan Liga 1

“Fomatnya lebih baik dibuat turnamen, seperti Piala Presiden. Karena secara pertandingan pasti jumlahnya lebih sedikit. Intinya kurang lebih seperti itu,” ucap Suryanthara.

Suryanthara juga membeberkan bahwa lanjutan liga secara penuh sangat mengundang risiko. Keselamatan pemain sangat terancam jika harus berkompetisi selama lima bulan penuh. Sehingga ia meminta agar opsi ini dipertimbangkan kembali.

“(Berbahaya) jika liga dilanjutkan hingga Februari, dengan full kompetisi selama lima bulan. Itu jelas sangat-sangat berisiko buat kami,” tegas Suryanthara.

Belum Ada Sanksi

Sementara itu, PSSI juga telah mengetahui penolakan sejumlah klub tersebut. Menurut Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, akan ada diskusi menyangkut permasalahan ini. Ia juga enggan membicarakan sanksi bagi klub yang menolak lanjutan kompetisi ini.

“Belum ada pembahasan soal sanksi. Jadi, bahasanya bukan memanggil, tetapi diskusi. Mereka semua kan teman,” ujar Iriawan.

Bagi Iriawan, komunikasi dan koordinasi lebih dibutuhkan saat ini. Ia juga mengaku menghormati pilihan klub dalam situasi krisis ini. Sebab, setiap tim tentu memiliki bahan pertimbangan masing-masing.

“Nanti kami akan diskusi dulu. Yang jelas, enggak ada masalah. Namanya perbedaan pendapat, ya wajar saja,” imbuhnya.

Persita Klarifikasi Terkait Penolakan Lanjutan Liga 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top