Persebaya Jelaskan Alasan Minta Kenaikan Dana Subsidi

Persebaya Jelaskan Alasan Minta Kenaikan Dana Subsidi

Persebaya Surabaya masih belum menentukan pilihan dalam lanjutan kompetisi. Minimnya dana subsidi ditengarai menjadi penyebab kebimbangan ini. Apalagi, sisa pertandingan bakal digelar tanpa penonton. Hal ini tentu akan membuat klub mengalami banyak kerugian.

Sebelumnya, Manajer Persebaya, Candra Wahyudi, meminta kompensasi dana sebesar Rp7,2 miliar. Hal ini menjadi syarat agar Bajul Ijo bersedia ikut lanjutan kompetisi. Permintaan ini dinilai manajemen sebagai kompensasi untuk menggelar pertandingan liga.

Seperti diketahui, lanjutan liga musim ini digelar tanpa kehadiran penonton. Hal ini membuat klub berpotensi kehilangan sumber pendapatan terbesarnya. Oleh karena itu, Persebaya mengajukan penambahan dana subsidi sebagai bagian dari kompensasi.

Setalah Candra, kini giliran Presiden Persebaya, Azrul Ananda yang bersuara. Ia membandingkan perbedaan liga Indonesia dengan kompetisi luar negeri.

Menurut Azrul Ananda, sumber pendapatan terbesar klub berasal dari operator kompetisi. Dana operator tersebut bersumber dari dana sponsor utama kompetisi. Hal ini membuat kontestan liga tidak mempermasalahkan kehadiran penonton.

“Hasil penjualan tiket pertandingan dan sponsor di jersey, hanyalah sebagai bonus,” ujar Azrul Ananda.

Berbanding Terbalik dengan Liga Indonesia

Azrul mengungkapkan bahwa kondisi di liga Indonesia justru sebaliknya. Dana yang diberikan operator liga Indonesia jumlahnya terlalu kecil. Menurutnya, nominalnya hanya mampu menutup 10 persen kebutuhan klub.

Permasalahan ini membuat klub harus mencari 90 persen kekurangan dana. Baik melalui dana sponsor, penjualan mercandise, atau penjualan tiket pertandingan. Oleh sebab itu, klub sangat bergantung pada kehadiran suporter. Ketika laga digelar tanpa suporter, bisa dibayangkan berapa kerugian yang diderita klub.

Persebaya Jelaskan Alasan Minta Kenaikan Dana Subsidi

Azrul kemudian berpesan agar sistem liga harus diperbaiki. Menurutnya, jika sistem pengelolaan liganya sehat, klub akan merasakan manfaatnya.

“Pemain akan merasakan manfaatnya,” ucap Azrul.

Tolak Dana Subsidi Rp800 Juta

Sebelumnya, manajemen Persebaya juga telah menolak tawaran PT LIB. Seperti diketahui, operator Liga 1 tersebut menawarkan kenaikan dana subsidi menjadi Rp800 juta.

Menurut manajemen Persebaya, jumlah tersebut dinilai terlampau sedikit. Mereka mengaggap dana subsidi idealnya sebesar Rp1,2 miliar per bulan. Nominal ini bisa digunakan untuk menutupi potensi defisit anggaran klub.

Azrul meminta dana ini diberikan sejak bulan September. Jika dihitung, dari bulan September hingga Februari 2021, dana yang diterima klub sebesar Rp7,2 miliar.

Selain menuntut kenaikan dana subsidi, Persebaya juga menuntut hal teknis lainnya. Mulai dari kesiapan protokol kesehatan, hingga kepastian adanya izin pertandingan. Manajemen juga masih menunggu keluarnya surat rekomendasi dari pemerintah.

Persebaya Jelaskan Alasan Minta Kenaikan Dana Subsidi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top