Perihal Biaya Tes Swab, Ini Keterangan Dirut PT LIB

Perihal Biaya Tes Swab, Ini Keterangan Dirut PT LIB

Lanjutan Liga 1 bakal digelar dengan penerapan protokol kesehatan. Setiap klub akan diwajibkan melakukan tes swab 14 hari sekali. Namun, banyak klub yang kemudian menanyakan pembiayaan tes tersebut. Selaku operator, PT LIB masih melakukan koordinasi mengenai hal tersebut.

Kewajiban melakukan tes swab tersebut merupakan syarat untuk melanjutkan kompetisi. Ketentuan ini disampaikan oleh ketua Gugus Tugas Covid-19, Doni Monardo. Selain itu, ia juga meminta klub untuk melakukan karantina.

Persyaratan tersebut telah disampaikan PT LIB dalam rapat Jumat (17/7) lalu. Namun, beberapa klub kemudian mengaku keberatan dengan ketentuan tersebut. Mereka meminta agar biaya tes swab ditanggung oleh operator liga.

Permintaan klub tersebut ditanggapi oleh Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita. Ia mengatakan belum mengetahui secara pasti siapa yang akan menanggung biaya tersebut. Saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi dengan berbagai pihak.

“Saat ini kami masih berkomunikasi dengan semua pihak terkait biaya tes swab,” ujar Ahmad Hadian Lukita.

Mencari Formula Terbaik

Seperti diketahui, biaya tes swab di Indonesia memang cukup mahal. Setiap tes biayanya mencapai Rp1 juta per orang. Mahalnya biaya ini tentu menjadi kendal sebelum menggelar lanjutan liga. Maka dari itu, PT LIB berusaha untuk menemukan formula terbaik.

“Sebisa mungkin kami akan mengambil keputusan yang menguntungkan banyak pihak. Termasuk untuk 18 klub kontestan Liga 1,” ungkap alumnus ITB ini.

Perihal Biaya Tes Swab, Ini Keterangan Dirut PT LIB

Persoalan ini juga bakal menjadi pembahasan rapat berikutnya. Rapat ini rencananya digelar Senin (27/7) mendatang. Agenda tersebut digelar untuk mematangkan persiapan konsep lanjutan kompetisi.

Andalkan PSSI

Lebih lanjut, Akhmad Hadian menjelaskan proses komunikasi dengan Gugus Tugas Covid-19. Hal ini dilakukan untuk meminta restu pemerintah atas lanjutan kompetisi. Namun, ia mengaku pihaknya mengandalkan PSSI dalam komunikasi tersebut.

“PSSI nanti yang akan bicara dengan Gugus Tugas. PSSI bakal menjadi acuan untuk masalah Covid-19 ini,” ucap Akhmad Hadian.

Hingga sekarang, Gugus Tugas Covid-19 Indonesia belum mengeluarkan rekomendasi terkait lanjutan kompetisi. Sebab, ketua Gugus Tugas, Doni Monardo menyebut sepak bola berpotensi menularkan virus Corona.

Oleh sebab itu, pihak Gugus Tugas memberikan syarat penerapan protokol kesehatan yang ketat. Mulai dari swab tes 14 hari sekali, hingga melakukan karantina. Terkait permintaan ini, PSSI berjanji akan mematuhi instruksi tersebut.

Kini, PSSI kabarnya juga telah menyusun buku panduan protokol kesehatan. Selanjutnya, panduan tersebut bakal dinilai kelayakannya oleh Kementerian Kesehatan RI.

Perihal Biaya Tes Swab, Ini Keterangan Dirut PT LIB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top