Pengamat Sepak Bola: PSSI Tak Perlu Atur Gaji Pemain

Pengamat Sepak Bola: PSSI Tak Perlu Atur Gaji Pemain

PSSI telah dua mengeluarkan regulasi terkait penyesuaian gaji pemain. Namun, peraturan ini mendapatkan respon negatif dari pengamat sepak bola, Eko Maung. Menurutnya, federasi tidak perlu ikut campur dalam permasalahan gaji pemain.

Sebelumnya, PSSI mengeluarkan SK bernomor SKEP/48/III/2020 dan SKEP/53/VI/2020. Dalam dua surat tersebut, tercantum besaran gaji yang harus dibayarkan.

Dalam surat nomor 48, klub diperbolehkan hanya membayar 25 persen gaji pemain. Sementara di surat nomor 53, presentasenya menjadi 50 persen. Perubahan ini seiring dengan wacana hendak dilanjutkannya Liga 1 2020.

Menanggapi peraturan ini, Eko Maung menyatakan keberatan atas regulasi ini. Menurutnya, PSSI tidak perlu ikut campur dalam urusan kontrak. Ia mengatakan bahwa urusan ini sebaiknya diserahkan kepada klub. Sebab, persoalan gaji ini sejatinya sudah ada dalam kontrak sebelumnya.

Sebaiknya Dihapus Saja

Eko Maung juga menganggap bahwa regulasi ini tidak menyelesaikan masalah. Bahkan, ia menilai peraturan ini malah akan menimbulkan masalah baru. Menurutnya, keputusan ini lebih baik dihapuskan saja.

“Kalau bicara untung rugi saat pandemi, tidak ada yang diuntungkan. Jadi, semua harus berbesar hati dengan situasi yang ada,” ujar Eko Maung.

“Tetapi, kenapa PSSI harus membuat regulasi (gaji). Saya setuju kalau aturan tersebut dihapuskan saja. Sebab, hal ini akan menimbulkan persoalan baru,” imbuhnya membeberkan.

Untuk itu, Eko menegaskan bahwa regulasi tersebut sebaiknya dihapus saja. Selanjutnya, biarkan klub dan pemain membuat kesepakatan mengenai kontrak baru.

Pengamat Sepak Bola: PSSI Tak Perlu Atur Gaji Pemain

“Jadi, apapun permasalahannya, biar klub yang menanganinya. Dalam surat perjanjian kontrak kan sudah jelas. Jika terjadi persoalan akibat situasi tertentu, dapat diselesaikan oleh kedua pihak. Kedua pihak yang dimaksud kan klub dan pemain,” ucap Eko menegaskan.

Yakin Banyak Permasalahan Muncul

Lebih lanjut, Eko meyakini akan banyak permasalahan yang muncul. Tak sedikit klub yang menghadapi masalah akibat dikeluarkannya regulasi tersebut.

Bahkan, dalam penerapannya nanti, bisa saja muncul banyak kesalahan. Apalagi, dalam dua surat tersebut, ada banyak hal yang belum disoroti. Misalnya terkait gaji pemain bulan Juli dan Agustus.

Dengan banyaknya permasalahan tersebut, Eko menyarankan agar regulasinya dihilangkan. Ia juga mengatakan bahwa peraturan ini bisa menurunkan kualitas kompetisi.

“Jadi, saran saya sekali lagi, dihilangkan dan dihapus saja. Biarkan klub yang menangani persoalan gaji itu. Agar nantinya kualitas kompetisi tidak turun hanya karena masalah gaji,” pungkasnya.

Sebelumnya, beberapa pihak juga menyatakan keberatan atas regulasi tersebut. Pembayaran 50 persen gaji tersebut dinilai kurang ideal.

Pengamat Sepak Bola: PSSI Tak Perlu Atur Gaji Pemain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top