Penampilan Ronaldo Turun? Dia Menyesal Tinggalkan Madrid?

Penampilan Ronaldo Turun? Dia Menyesal Tinggalkan Madrid?

Penampilan Christiano Ronaldo beberapa hari terakhir mendapatkan sorotan yang serius. Dari berbagai media menyoroti bahwa Ronaldo dianggap gagal mencapai level permainan terbaiknya. Yang jelas ini membuat kekecawaan dari pihak klub dari Juventus.

Dilihat setelah Juventus gagal keluar menjadi salah satu pemenang menjadi jawara Coppa Italia musim ini. Beberapa hari yang lalu Juventus digagalkan dominasi kemenangan oleh Napoli. Tapi mereka seakan tidak berdaya setelah permainan sampai adu penalty, dan mengakui Napoli lebih unggul.

Dari kegagalan terebut terspusat kepada Ronaldo, yang mungkin Ronaldo adalah pemain yang seharusnya menjadi tumpuan ujung tombak bagi keberhasilan klub. Meskipun untuk alasan yang kurang baik, Ronaldo tidak bisa memikul beban tim.

Kalangan fans Juventus juga seharusnya tidak bisa berpandangan seperti itu, mereka harus paham dengan kondisi dan situasi oleh klub yang dialami saat ini oleh Juventus. Bisa jadi ada fakor lain yang disebabkan mempengaruhi semua ini.

Rekan Tim Kurang Optimal

Bedanya Christiano Ronaldo saat masih bersama Real Madrid. Disana dia mempunyai tim yang kuat untuk membantu Ronaldo bisa menjadi lebih kuat, saat itu tercatat minimal 40 gol dalam semusim. Mungkin sekarang tim rekan yang ada di Juventus kurang optimal untuk membantu performa Ronaldo bisa menjadi baik.

Hal ini masih dalam hal wajar, para fans Juventus harus mengakui jika dimana klub tercintanya masih dibawah rata – rata level Real Madrid, itu terjadi sejak Ronaldo juga masih bersama Madrid untuk beberapa tahun yang lalu. Ini harus diambil positif bagi fans pecinta Juventus.

Jika alasan ini menjadi salah satu penguat oleh Ronaldo bisa implementasikan performa terbaiknya. Maka manajemen klub Juventus harus mencari cara agar dapat mendatangkan nama nama pemain baru yang top untuk membantu Ronaldo kembali seperti sedia kala.

Bagi Sarri, Juga Sedemikian Sama Dengan Anggapan Lainnya

Saat ini, mungkin Ronaldo tidak dididik oleh sang pelatih yang hanya mempunyai tumpuan kepada satu pemain saja, melainkan hanya jadi pemain utama yang memikul beban tim. Tidak seperti ini yang diharapkan oleh pelatih, Sarri.

Maurizio Sarri tidak pernah membuat satu pemain menjadi paling istimewa baginya, namun ia selalu menyeimbangkan semua pemain untuk bisa melakukan hal yang banyak. Sekalipun itu Ronaldo, semua pemain sama untuk dapat menemukan keseimbangan bertahan dan dapat menyerang.

Ronaldo sendiri juga sadar akan posisinya, ia tahu harus menjadi salah satu pemain tumpuan untuk memimpin tim. Tidak hanya Juventus, ia juga melakukan untuk Madrid waktu itu. Namun, saat berada di Real Madrid, Ronaldo menjadi pemain istimewa disana.

Penampilan Ronaldo Turun? Dia Menyesal Tinggalkan Madrid?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top