Pemain PSIS Tanggapi Pilihan Klub Gunakan Lapangan Sintetis

Pemain PSIS Tanggapi Pilihan Klub Gunakan Lapangan Sintetis

Manajemen PSIS Semarang mantap memilih Stadion Citarum sebagai markas klub. Stadion berumput sintetis ini bakal digunakan dalam sisa laga Liga 1 2020. Tak pelak, keputusan ini ditanggapi pemain belakangnya, Frendi Saputra.

Pemilihan Stadion Citarum sudah disampaikan PSIS kepada PT LIB. Hal ini sebagai tindak lanjut atas instruksi yang diberikan operator kompetisi tersebut. Sebelumnya, PT LIB meminta klub untuk memilih markas yang akan digunakan.

Sebagai informasi, Stadion Citarum ini menggunakan rumput sintetis berstandar FIFA. Stadion ini memiliki kapasitas 5 ribu penonton.

Pemilihan Stadion Citarum ini bukanlah hal mengejutkan. Sebab, beberapa hari yang lalu, opsi ini telah disampaikan manajemen. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh CEO PSIS, Alamsyah Satyanegara Sukawijaya.

“Sesuai tekad kami, kami akan menggunakan Stadion Citarum sebagai markas,” ujar Yoyok Sukawi, sapaan akrab Alamsyah Satyanegara Sukawijaya.

Kebut Proses Renovasi

Namun, Yoyok Sukawi masih banyak perbaikan yang harus dilakukan. Mulai dari lampu penerangan, ruangan penunjang, hingga ukuran gawang. Hal ini dilakukan agar memenuhi persyaratan verifikasi PT LIB. Ia juga mengatakan proses renovasi tersebut bakal dikebut pengerjaannya.

“Supaya bisa digunakan, kami sudah mulai melakukan renovasi secara bertahap. Minggu ini kami mulai menambah kapasitas lampu penerangan. Beberapa kekurangan lain akan kami selesaikan sebelum Oktober. mulai dari bench pemain, ukuran gawang, hingga beberapa ruangan penunjang,” tutur Yoyok Sukawi.

Pemain PSIS Tanggapi Pilihan Klub Gunakan Lapangan Sintetis

Ditanggapi Bek PSIS

Pilihan manajemen PSIS ini kemudian ditanggapi pemainnya, Frendi Saputra. Bermain di rumput sintetis mimiliki kesan tersendiri baginya. Sebab, bermain di rumput sintetis berpotensi mengalami lecet-lecet di tubuhnya. Apalagi, ia berposisi sebagai pemain belakang.

“Sebagai pemain belakang, kalau mau melakukan sleding harus pikir-pikir dulu. Karena (bermain di rumput sintetis) rentan mlocot-mlocot, berisiko terluka,” ujar Frendi Saputra, Jumat (17/7).

Selain itu, Frendi Saputra juga mengaku butuh adaptasi lebih lanjut. Sebab, tekstur lapangan yang berbeda membuat pemain harus melakukan penyesuaian.

“Bermain di rumput sintetis harus adaptasi terlebih dahulu. Karena gerakan-gerakan mendadak sulit dilakukan di rumput sintetis. Kontur lapangannya juga keras,” ungkap Frendi.

Namun, Frendi tetap menghormati pilihan manajemen PSIS untuk menggunakan Stadion Citarum. Sebagai pemain, ia dituntut harus bisa bermain di segala kondisi. Baik di lapangan normal, maupun di lapangan sintetis.

“Saya tidak ada masalah kalau manajemen memilih Stadion Citarum. Tapi, kalau bisa main di Kendal saja. Rumputnya kan sudah bagus dan renovasinya juga sudah selesai,” pungkas eks bek Perserang Banten ini.

Pemain PSIS Tanggapi Pilihan Klub Gunakan Lapangan Sintetis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top