Pemain dan Pelatih PSIS Tak Terima Aturan Penyesuaian Gaji

Pemain dan Pelatih PSIS Tak Terima Aturan Penyesuaian Gaji

PSIS Semarang kini tengah berupaya melakukan negosiasi kontrak anyar. Namun, usaha ini nampaknya bakal menemui jalan terjal. Pasalnya, kontrak baru tersebut dinilai tidak ideal oleh punggawa asingnya. Hal serupa juga disampaikan oleh pelatih kepala tim Mahesa Jenar.

Protes tersebut disampaikan oleh gelandang asing PSIS, Jonathan Cantillana. Ia mengaku tidak sepakat dengan ketentuan pemangkasan gaji sebesar 50 persen.

Ketentuan tersebut memang merupakan isi dari Surat Keputusan (SK) PSSI. Pihak federasi memperbolehkan klub untuk memangkas gaji pemain dalam kontrak baru. Peraturan ini akan dilaksanakan mulai bulan September mendatang.

Namun, peraturan ini tidak disepakati oleh Jonathan Cantillana. Ia mengaku telah mempunyai kesepakatan tersendiri dengan manajemen PSIS. Bahkan, kesepakatan tersebut tertuang dalam kontrak baru yang telah ditandatanganinya.

“Pertama, saya harus berbicara dengan manajemen PSIS. Saya telah menandatangani kontrak baru dan saya menghormati kontrak tersebut. Saya berharap klub juga menghormatinya,” ujar Jonathan Cantillana.

Bakal Terima Gaji 75 Persen

Dalam kontrak anyar tersebut, telah disepakati besaran gaji yang bakal diterima Jonathan. Yakni, sebesar 25 persen jika kompetisi ditangguhkan atau dihentikan. Jika liga dilanjutkan, ia bakal menerima 75 persen gaji.

Dengan kesepakatan ini, Jonathan mengaku tidak sepakat dengan regulasi yang dibuat PSSI. Ia tidak mau menerima gaji yang nilainya di bawah kontrak yang ditandatanganinya.

“Saya pribadi tidak terima dengan besaran gaji yang lebih sedikit. Saya harus berbicara dengan klub dan melihat solusi terbaik,” ujar pria berpaspor Palestina tersebut.

Pemain dan Pelatih PSIS Tak Terima Aturan Penyesuaian Gaji

Lebih lanjut, Jonathan meminta PSIS untuk mempertimbangkan kebutuhannya. Pemain kelahiran Chile ini tidak tinggal sendirian di Indonesia. Ia hidup bersama istri dan anaknya yang baru lahir. Sehingga, ia meminta agar klub menghormati kontrak anyar yang disepakati sebelumnya.

“Saya berharap kontrak itu dihormati. Saya tinggal bersama keluarga dan menerima 25 persen gaji setiap bulan. Sekarang liga akan berjalan dan klub harus membayar upah sesuai kesepakatan dalam kontrak,” imbuhnya.

Gaji 50 Persen Kurang Ideal

Selain Jontahan, sang pelatih, Dragan Djukanovic, juga menyuarakan hal yang sama. Pelatih asal Serbia ini menganggap angka tersebut kurang ideal. Sehingga ia meminta agar klub melakukan diskusi sebelum mengambil keputusan.

Sebagaimana Jonathan, Dragan sebenarnya telah menandatangani kontrak baru dengan PSIS. Namun, ia enggan membeberkan besaran gaji yang diterimanya.

Lebih lanjut, Dragan juga menyampaikan keinginannya. Jika liga dilanjutkan, ia berharap agar bisa mendapatkan gaji normal. Bukan sebesar 50 persen seperti yang ditetapkan PSSI.

Pemain dan Pelatih PSIS Tak Terima Aturan Penyesuaian Gaji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top