Menpora Inginkan Perbaikan Kualitas Penyerang Lokal

Menpora Inginkan Perbaikan Kualitas Penyerang Lokal

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, menyoroti kualitas penyerang lokal. Ia menginginkan regulasi baru demi perbaikan kapasitas penyerang Indonesia. Menurutnya, dominasi penyerang asing di Liga 1 harus dibatasi.

Saat ini, hampir semua klub Liga 1 menggunakan jasa penyerang asing. Ketergantungan ini membuat Menpora Zainudin Amali resah. Ia menganggap kondisi ini memengaruhi kualitas penyerang timnas Indonesia.

Lini depan timnas Indonesia saat ini memang sangat mengkhawatirkan. Usai era Bambang Pamungkas dan Boaz Solossa berakhir, belum ada nama baru yang berhasil menggantikannya. Kini, posisi penyerang timnas diisi oleh Beto Goncalvez dan Ilija Spasojevic. Keduanya merupakan pemain asing yang telah dinaturalisasi menjadi WNI.

“Berdasarkan pengamatan saya, harus saya katakan bahwa kita susah mencari penyerang lokal. Sebab, rata-rata klub justru memercayakan posisi penyerang kepada pemain asing,” ujar Zainudin Amali.

Zainudin Amali mengatakan bahwa dirinya tidak anti pemain asing. Namun, ia menginginkan agar klub menghentikan ketergantungan kepada penyerang asing.

Bagi Zainudin, pemain asing juga harus menjadi ladang ilmu. Keberadaannya mampu memberikan pengetahuan demi perbaikan kualitas juru gedor lokal.

Menutup Kesempatan Penyerang Lokal

Namun, faktanya saat ini justru membuat Zainudin mengernyitkan dahi. Pria 58 tahun ini menilai pemain asing justru menjadi masalah. Sebab, dominasinya membuat penyerang lokal gagal mendapatkan jam terbang.

Untuk itu, Zainudin menginginkan adanya regulasi baru. Ia berharap ada solusi taktis untuk mengatasi permasalahan tersebut. Baginya, pemain lokal harus menjadi andalan klub-klub tanah air.

Menpora Inginkan Perbaikan Kualitas Penyerang Lokal

“Ke depan harus diatur. Pemain lokal harus menjadi pemain inti. Baik itu di Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 sekalipun. Hal ini demi memacu profesionalitas anak-anak,” tutur Zainudin.

Didominasi Pemain Asing

Sebagaimana diketahui, pemain asing kini menjadi tumpuan klub Indonesia. Jatah empat pemain asing yang diberlakukan juga cukup berpengaruh. Empat pemain yang diimpor menempati pos-pos strategis dalam sepak bola. Mulai dari penyerang, gelandang pengatur serangan, hingga pemain belakang.

Dominasi pemain asing ini membuat karir pemain lokal tenggelam. Hal ini bisa dilihat dalam daftar pemain terbaik kompetisi. Beberapa tahun terakhir, nama pemain asing cukup mendominasi daftar tersebut. Ferdinand Sinaga merupakan pemain lokal terakhir yang mendapatkan gelar tersebut pada tahun 2014.

Dominasi striker asing juga merajai daftar pencetak gol terbanyak. Gelar tersebut selalu disabet penyerang impor dalam kurun enam tahun terakhir. Terkahir, pemain lokal yang berhasil menjadi top skor adalah Boaz Solossa. Ia mendapatkan gelar tersebut pada tahun 2013.

Menpora Inginkan Perbaikan Kualitas Penyerang Lokal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top