Madura United Perkuat Komitmen terhadap Hak Pemain

Madura United Perkuat Komitmen terhadap Hak Pemain

Madura United tetap kukuh menolak opsi lanjutan Liga 1. Meski demikian, Laskar Sape Kerrab mengaku tidak melupakan nasib pemainnya. Pihak manajemen selalu memperkuat komitmen terhadap hak para pemainnya.

Sampai saat ini, Madura United tidak merubah pendiriannya tersebut. Pihak klub menilai lanjutan liga tersebut membahayakan keselamatan banyak pihak. Sebab, upaya pencegahan Covid-19 di Indonesia belum sepenuhnya berhasil.

Meski demikian, Madura United tetap menanti keputusan resmi PSSI. Hal ini disampaikan oleh Direktur Madura United, Haruna Soemitro.

“Madura United tidak siap dengan bergulirnya lanjutan Liga 1 2020. Tapi kami tetap menunggu status resmi kompetisi dari PSSI,” ujar Haruna Soemitro.

Tetap Perhatikan Nasib Pemain

Madura United mengaku siap menerima apapun resiko dari keputusan tersebut. Termasuk adanya penolakan dari para pemain dan tim pelatih. Menanggapi hal tersebut, manajemen telah menyiapkan solusi terbaik bagi semua pihak.

Haruna Soemitro mengatakan siap berkomitmen terhadap pemenuhan hak pemain. Ia menyatakan bahwa manajemen siap membayar 50 persen gaji pemain. Walaupun pada akhirnya klub tetap menolak tampil di lanjutan kompetisi.

Haruna menilai nasib pemain merupakan tanggung jawab utama klub. Oleh sebab itu, klub berusaha mempehatikan halk-hak dasar pemainnya.

Madura United Perkuat Komitmen terhadap Hak Pemain

“Kami sudah menyiapkan konsep mengurus masa depan pemain. Mereka merupakan aset klub, jadi kami pasti perhatikan hak-haknya,” ujar Haruna.

Buat Pemain Bingung

Keputusan ini membuat pemain Madura United bingung menentukan nasibnya. Pemain ingin sekali tampil di lanjutan kompetisi. Namun, di sisi lain, ia terikat kontrak dengan klub. Sehingga harus menghormati keputusan klub.

Kebimbangan ini disampaikan langsung oleh pemain Madura United, Asep Berlian. Namun, ia lebih memilih untuk menghormati keputusan klub.

“Kalau saya pribadi, saya mengikuti apa yang diputuskan klub. Karena semuanya akan kembali kepada klub. Walapun sebenarnya saya ingin ikut berkompetisi,” ujar Asep Berlian.

Sebelumnya, Beto Goncalves juga menyampaikan keluhan yang sama. Penyerang Madura United ini mengaku sedih jika klubnya benar-benar absen dari lanjutan kompetisi.

“Saya sedih kalau mereka (Madura United) menolak ikut kompetisi. Saya sendiri sudah rindu untuk bermain bola lagi. Saya rasa semua pemain juga ikut sedih. Kami butuh bekerja dan bermain bola lagi,” ujar Beto.

Beto juga berharap agar manajemen Madura United memikirkan kembali keputusannya. Tak lupa, ia mengingatkan klub agar tidak melupakan nasib pemainnya.

“Semoga manajemen mempunyai solusi. Mungkin mereka bisa berubah pikiran dan mau mengikuti lanjutan liga,” imbuh striker kelahiran Brasil tersebut.

Madura United Perkuat Komitmen terhadap Hak Pemain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top