Lampard Merasa Manajer Asal Inggris Diperlakukan Tidak Adil

Lampard Merasa Manajer Asal Inggris Diperlakukan Tidak Adil

Premier League Inggris memang menjadi liga terpopuler di dunia. Setiap musimnya, mereka sukses menarik minat dari para pemain maupun pelatih kelas dunia yang ingin melanjutkan karier di sana. Alhasil, efek samping yang dirasakan adalah ketatnya persaingan, yang berujung kepada bakat-bakat lokal yang terpinggirkan oleh legiun asing. Tidak hanya berlaku untuk pemain, namun juga untuk manajer. Hal ini terlihat dari minimnya manajer asal Inggris di Premier League setiap musimnya. Musim 2020/21 ini, hanya ada delapan manajer Inggris di 20 klub Premier League, atau hanya 40%.

Hal ini menarik perhatian manajer Chelsea, Frank Lampard. Dia merasa manajer Inggris diperlakukan tidak adil dengan dihakimi terlalu cepat. Lampard juga berharap agar lebih banyak kesempatan diberikan kepada rekan senegaranya.

“Orang-orang cenderung menilai kami (manajer Inggris) terlalu cepat dibanding manajer asing. Kita harusnya melihat seseorang dari kemampuannya dan semua manajer harusnya diperlakukan setara,” ujar Lampard seperti dilansir Twitter resmi klub.

“Kita bisa lihat banyak manajer asal Inggris yang juga punya kualitas hebat, namun, kesempatan jarang diberikan kepada mereka. Saya tahu, sangat trendy jika tim Anda dipimpin oleh orang asing, namun kita juga memiliki manajer-manajer dengan kualitas setara. Mereka hanya perlu diberi kesempatan,” tutupnya.

Disparitas jumlah manajer lokal di Inggris memang cukup memprihatinkan. Sebagai perbandingan, jumlah pelatih asal Jerman di Bundesliga mencapai 12 dari 18 klub (66%). Sedangkan Serie A Italia lebih hebat lagi, yakni 17 dari 20 tim (85%) dipimpin oleh seorang pelatih Italia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top