Ketum Jakmania Ragu Persija Bisa Bermarkas di Jakarta

Ketum Jakmania Ragu Persija Bisa Bermarkas di Jakarta

DKI Jakarta menjadi episentrum penyebaran Covid-19 di Indonesia. Angka kasus positif Covid-19 di Jakarta merupakan salah satu yang tertinggi. Oleh sebab itu, Persija dinilai bakal sulit menggelar laga di Ibu kota. Sulitnya izin menggelar pertandingan ditengarai menjadi penyebab utamanya.

Sebelumnya, PT LIB telah mengeluarkan keputusan terkait homebase klub. Klub yang berasal dari Pulau Jawa dipersilahkan menentukan kandangnya masing-masing. Sedangkan klub luar Jawa, rencananya bakal bermarkas di Yogyakarta.

Namun, keputusan itu tidak akan sepenuhnya bisa dilakukan oleh Persija. Sebab, kondisi Ibu kota dinilai tidak memungkinkan untuk menggelar pertandingan. Situasi ini membuat tim Macan Kemayoran berpotensi kembali menjadi tim musafir.

Kekhawatiran ini juga datang dari Ketua Umum Jakmania, Diky Soemarno. Meski demikian, ia mengaku tetap menunggu respon dari Pemprov DKI. Sebab, semua permasalahan tersebut hanya bisa dijawab oleh Pemprov DKI.

Minta Pemprov DKI Berikan Respon

Untuk itu, Diky Soemarno menilai Pemprov DKI harus segera bergerak. Paling tidak, pihak pemerintah memberikan jawaban atas keputusan tersebut. Sebab, Persija kini tengah menantikan rekomendasi dari pemangku kebijakan.

“Kalau menurut saya, ini Persija dapat rekomendasi atau tidak. Pemda harus menjawab itu. Kalaupun tidak, antisipasinya seperti apa,” ujar Diky Soemarno, Senin (13/7).

“Misalnya rekomendasi yang diberikan pemerintah pusat atau daerah. Saat ini kan Jakarta juga masih zona merah,” imbuhnya.

Selain itu, Diky juga khawatir dengan antusiasme penonton. Meski laga digelar tanpa penonton, namun fanatisme penonton bisa datang tanpa terduga. Maka dari itu, ia meminta Pemprov DKI merespon persoalan tersebut.

“Sebagai suporter tentu senang Liga 1 dilanjutkan. Cuma balik laga nanti kelanjutannya bagaimana,” tegas Diky.

Ketum Jakmania Ragu Persija Bisa Bermarkas di Jakarta

Tunggu Izin dari BNPB

Lebih lanjut, Diky juga menyoroti terkait izin menggelar kompetisi. Pasalnya, BNPB memang belum merespon rencana lanjutan Liga 1. Menurutnya, rekomendasi ini merupakan salah satu aspek penting. Hal ini akan menjadi pertanda komitmen dan restu dari pemerintah.

Jika rekomendasi tersebut sudah keluar, maka semua pihak harus berkomitmen. Seluruh pihak harus bertanggung jawab dalam melaksanakan komitmen tersebut. Bagi Diky, hal ini juga berlaku bagi suporter.

“Jika klub komitmen, pemerintah komitmen, maka suporter juga harus berkomitmen,” tutur Diky.

Diky juga meminta suporter untuk bersikap dewasa. Terutama untuk Jakmania, ia mengingkan agar semuanya taat aturan. Untuk itu, ia memandang penting rekomendasi sebagai regulasi yang harus dipatuhi.

“Siap atau tidak, suporter harus mematuhi protokol Covid-19. Makanya, kami perlu rekomendasi dari pemerintah daerah maupun dari BNPB,” pungkasnya.

Ketum Jakmania Ragu Persija Bisa Bermarkas di Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top