Dirut Anyar PT LIB Bingung Cara Datangkan Sponsor Liga

Dirut Anyar PT LIB Bingung Cara Datangkan Sponsor Liga

PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) telah memiliki pimpinan baru. Akhmad Hadian Lukita terpilih sebagai Direktur Utama PT LIB. Sebagai Dirut baru, ia mengaku masih kebingungan untuk mencari sponsor. Apalagi, saat ini pandemi Covid-19 tengah mewabah di Indonesia.

Melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), PT LIB menunjuk pimpinan baru. RUPS tersebut telah digelar 13 Juni lalu. Hasilnya, Akhmad Hadian Lukita terpilih sebagai Dirut anyar PT LIB.

Tak lama berselang, tumpukan tugas telah menanti Dirut baru. Tugas pertama yang telah menanti tentu persiapan lanjutan liga. Sebagai operator, PT LIB tentu harus menyiapkan persiapan teknisnya.

PSSI memang telah memutuskan bahwa liga resmi akan dilanjutkan. Liga 1 dan Liga 2 akan digelar bulan September atau Oktober mendatang. Namun, hingga saat ini, belum ada format resmi kompetisi. PT LIB harus segera berkoordinasi dengan PSSI untuk membuat format resmi jalannya kompetisi.

Bingung Cara Gaet Sponsor

Selain pelaksanaan teknis, PT LIB harus membuat inovasi terkait sponsor. Namun, Akhmad Hadian Lukita mengaku masih bingung mengenai permasalahan ini. Ia belum tahu cara efektif untuk menggaet sponsor baru.

Permasalahan sponsor ini merupakan problem yang cukup pelik. Jalannya liga tentu membutuhkan suntikan dana yang cukup besar. Jika tidak, kompetisi bisa kolaps di tengah jalan.

Namun, Akhmad mengatakan bahwa tidak mudah mencari sponsor baru. Apalagi di tengah situasi pandemi Covid-19 ini. Para pemilik usaha tentu merasakan imbas dari pandemi ini.

Dirut Anyar PT LIB Bingung Cara Datangkan Sponsor Liga

Kondisi tersebut membuat perusahaan banyak merumahkan pekerjanya. Selain itu, anggaran untuk belanja iklan juga pasti berkurang. Hal ini tentu harus disiasati oleh direksi PT LIB. Mereka harus cermat untuk menemukan formula agar sponsor mau menaruh uangnya dalam produk kompetisi.

“Saya baru terpilih beberapa hari. Jadi, saya belum tahu cara menggaet sponsor. Saya akan segera membicarakan ini Direktur Bisnis. Jika ketemu formulanya, maka akan kita buat,” ujar Akhmad.

Contoh Bundesliga

Lebih lanjut, Akhmad mengaku masih mengamati strategi Bundesliga. Ia berharap mendapatkan solusi yang bisa diterapkan di Indonesia.

Menurut Akhmad, Bundesliga masih mampu menggaet cukup banyak sponsor. Padahal, seluruh pertandingan digelar tanpa penonton.

“Bundesliga itu streamingnya hingga jutaan jumlahnya. Artinya, ada exposure yang abgus di sana. Kenapa hal ini tidak diterapkan saja seperti itu,” ucap alumnus ITB itu.

“Kami akan mengambil yang baik-baik. Kami berharap bisa menemukan formula yang tepat,” pungkasnya

Dirut Anyar PT LIB Bingung Cara Datangkan Sponsor Liga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top