Dana Sponsor Mandek, Bhayangkara FC Bingung Sesuaikan Gaji

Dana Sponsor Mandek, Bhayangkara FC Bingung Sesuaikan Gaji

Sesuai instruksi PSSI, klub Liga 1 boleh melakukan penyesuaian gaji. Namun, manajemen Bhayangkara FC mengaku kebingungan dalam menyesuaikan gaji pemain. Pasalnya, aliran dana sponsor untuk the Guardian sedang mandek.

Manajemen Bhayangkara FC kebingungan dalam menyesuaikan gaji pemain dan pelatih. Hal ini disampaikan oleh Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara FC, Sumardji. Ia mengatakan bahwa timnya sedang mengalami krisis finansial. Sebab, dana yang diharapkan turun dari sponsor tengah membeku.

Hal ini membuat Bhayangkara FC kesulitan mengikuti instruksi PSSI. Sebelumnya, federasi telah mengeluarkan SK terkait penyesuain gaji pemain. Klub Liga 1 diperbolehkan memangkas gaji pemain hingga 50 persen.

“Saya bingung kalau masalah pembayaran gaji pemain ini. Sekarang kan nilainya 50 sampai 60 persen. Tapi, sampai sekarang belum ada sponsor yang masuk. Mudah-mudahan ada cara nanti,” ujar Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Sumardji.

Inginkan Kenaikan Dana Subsidi

Selain itu, Sumardji ingin kenaikan dana subsidi bisa direalisasikan. Sebelumnya, PT LIB memang mewacanakan adanya kenaikan dan subsidi. Nilainya mencapai Rp800 juta yang dicairkan tiap termin.

Namun, kenaikan dana subsidi tersebut dinilai belum cukup. Semardji mengaku hal itu belum cukup untuk memenuhi kebutuhan tim. Oleh sebab itu, ia tetap menunggu kepastian dari sponsor.

“Kalau kita coba mengandalkan dana subsidi, berapa sih? Walaupun naik menjadi Rp800 juta, masih kurang untuk membayar gaji pemain,” tutur pria kelahiran Madiun itu menjelaskan.

“Sekarang kami hanya menunggu kepastian sponsor dan subsidi saja,” imbuhnya.

Dana Sponsor Mandek, Bhayangkara FC Bingung Sesuaikan Gaji

Tunggu Kedatangan Paul Munster

Problem dana sponsor ini membuat persiapan Bhayangkara FC terhambat. Sumardji belum mengetahui kapan ia akan mengumpulkan pemainnya. Ia mengaku masih menanti kedatangan sang pelatih, Paul Munster. Saat ini, sang pelatih masih berada di negara asalnya.

“Ya, coach Paul (Munster) masih berada di negaranya. Kami tunggu dia saja untuk mengumpulkan pemain,” ucap Sumardji.

Sumardji mengaku masih menanti tanggal pasti kickoff Liga 1. Dalam SK PSSI, laga perdana Liga 1 digelar Oktober mendatang. Namun, belum ada kepastian tanggal pertadingan perdana dihelat.

“Untuk masalah mengumpulkan pemain, kami dari menajemen belum memutuskan. Karena kami juga menunggu tanggal pasti (pertandingan perdana digelar),” ujar Sumardji.

Namun, beberapa pemain mulai berkumpul untuk berlatih di Stadion PTIK. Latihan bersama ini digelar berdasarkan inisiatif pribadi para pemain. Latihan ini digelar oleh pemain yang berdomisili di Jakarta. Meski demikian, usaha ini mendapatkan apresiasi dari Bhayangkara FC.

Dana Sponsor Mandek, Bhayangkara FC Bingung Sesuaikan Gaji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top