CEO PSIS Jelaskan Pentingnya Hapuskan Degradasi

CEO PSIS Jelaskan Pentingnya Hapuskan Degradasi

Alamsyah Satyanegara Sukawijaya menjelaskan pentingnya menghapus degradasi dalam lanjutan kompetisi. Menurutnya, opsi ini merupakan pilihan terbaik bagi semua klub. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi resiko yang tidak diinginkan,

Yoyok Sukawi, sapaan Alamsyah, tetap mempertimbangkan resiko penularan Covid-19. Jika pemain sebuah klub terinfeksi corona, ia tentu harus dikarantina. Hal ini membuat pemain tidak bisa bermain untuk klubnya.

Absennya pemain tentu merugikan bagi klub yang dibelanya. Apalagi kalau yang terinfeksi tidak hanya satu atau dua pemain. Hal ini tentu bisa membuat klub kelimpungan dan akhirnya terpaksa terdegradasi.

“Kalau degradasi diberlakukan, kasihan klubnya. Kan tidak bisa main karena karantina, akhirnya harus terdegradasi,” ujar Yoyok Sukawi.

Yoyok juga mempertimbangkan kemungkinan ada beberapa klub yang mengalami nasib serupa. Ia kemudian mempertanyakan bagaimana nasib klub-klub tersebut.

“Kalau yang kena separuh, apakah semuanya degradasi? Kan tidak mungkin. Makanya sudah benar degradasi ditiadakan,” ujar pria yang juga anggota Exco PSSI tersebut.

Pertimbangan tersebut memang merupakan dasar wacana dihapuskannya degradasi. Hal ini senada dengan yang disampaikan Ketum PSSI, Mochamad Iriawan. Ia tidak ingin klub terdegradasi karena pemainnya terjangkit Corona.

Minta Pemerintah Tanggung Jawab

Lebih lanjut, Yoyok juga meminta pertanggungjawaban pemerintah jika liga dilanjutkan. Ia meminta pemerintah menanggung biaya pengobatan pemain hingga sembuh.

Menurut Yoyok, pemerintah harus menghitung segala resiko yang mungkin terjadi. Menpora harus menjadikan pertanggungjawaban ini sebagai catatan bagi pemerintah.

CEO PSIS Jelaskan Pentingnya Hapuskan Degradasi

“Kami semua harus siap dengan segala resiko. Pemerintah juga tidak bisa lepas dari tanggung jawab. Kalau ada pemain yang kena (Covid-19), pemerintah harus menanggung biaya pengobatan hingga sembuh,” ujar Yoyok.

Yoyok mengaku keberatan jika biaya pengobatan tersebut dibebankan kepada klub. Sebab, biaya pengobatannya akan menguras keuangan klub. Sehingga hal ini harus dipertimbangkan sebelum pemerintah mengeluarkan izin.

Belum Mengambil Sikap

Saat ini, PSIS Semarang belum mengambil sikap terkait lanjutan liga. Tim Laskar Mahesa Jenar masih menunggu kepastian dari federasi.

Meski demikian, Yoyok mengaku optimis Liga 1 bakal dilanjutkan. Namun, ia tetap mewanti-wanti bahwa berbagai resiko telah menanti.

“Saya sih optimis liga bisa lanjut. Cuma resikonya itu tadi, pasti ada pemain yang kena (Covid-19),” tutur Yoyok.

“Kami belum tahu liga berjalan seperti apa, belum ada keputusan. Kami juga belum bisa mengambil sikap,” imbuhnya.

PSSI memang belum memastikan mengenai wacana melanjutkan Liga 1. Keputusan tersebut akan diambil dalam rapat anggota Exco PSSI. Rapat tersebut rencananya bakal digelar 13 Juni besok.

CEO PSIS Jelaskan Pentingnya Hapuskan Degradasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top