Bos Borneo FC Ingatkan PT LIB Soal Tunggakan Dana Subsidi

Bos Borneo FC Ingatkan PT LIB Soal Tunggakan Dana Subsidi

Kecaman keras dilontarkan Nabil Husein kepada PT Liga Indonesia Baru (PT LIB). Bos Borneo FC tersebut mengingatkan operator soal tunggakan dana subsidi. Ia juga meminta agar hak tersebut segera diberikan kepada klub.

Lanjutan Liga 1 bakal digelar bulan Oktober mendatang. Selaku operator, PT LIB menjanjikan akan memberikan dana subsidi bagi klub. Bahkan, nilainya lebih besar dari yang diterima sebelumnya. Subsidi yang akan diterima klub nantinya sebesar Rp800 juta tiap terminnya.

Namun, pernyataan tersebut mendapat kecaman dari Nabil Husein. Ia melah mengingatkan PT LIB terkait tunggakan dana subsidi tersebut. Presiden Borneo FC itu juga meminta agar operator segera melunasinya. Sebab, dana tersebut sangat dibutuhkan untuk mengangkat finansial klub.

“Sebelum membicarakan soal subsidi baru di lanjutan Liga 1, saya ingin subsidi lama dibereskan dulu. Biar tidak lupa,” ujar Nabil Husein, Minggu (5/7).

Belum Bayar Tiga Bulan Dana Subsidi

PT LIB memang memiliki tunggakan pembayaran dana subsidi klub. Sejauh ini, klub baru sekali menerima hak komersial tersebut. Nilai yang diterima klub saat itu sebesar RP520 juta. Sementara tiga bulan lainnya masih belum diketahui kapan pencairannya.

Mewabahnya Covid-19 menjadi alasan ditangguhkannya pendistribusian dana subsidi tersebut. Dana subsidi yang seharusnya diterima bulan Maret molor hingga bulan Mei. S

Padahal, menurut Nabil, dana subsidi tersebut sudah dinantikan klub. Saat ini, klub juga masih berkewajiban membayar gaji pemain. Klub juga membutuhkan dana operasional dalam menyongsong lanjutan kompetisi.

Bos Borneo FC Ingatkan PT LIB Soal Tunggakan Dana Subsidi

“Klub-klub saat ini sudah menggaji yang maksimal 25 persen itu. Sekarang, ada pertanggungjawaban (dana subsidi) yang harus ditunaikan PT LIB,” tutur Nabil.

Capai Kesepakatan dengan Pemain

Lebih lanjut, Nabil juga telah mendapatkan kesepakatan dengan elemen tim. Ia mengaku sudah ada kesepakatan internal dengan pemain dan pelatih.

Kesepakatan yang dimaksud Nabil tersebut adalah terkait gaji pemain. Terutama gaji pemain dan pelatih bulan Juli dan Agustus.

Peraturan terkait pembayaran gaji dua bulan tersebut memang tengah menjadi perdebatan. Sebab, tidak ada aturan yang mengatur hal tersebut. Menurut SK PSSI, jika liga dimulai Oktober, klub wajib membayar gaji pemain satu bulan sebelumnya. Artinya, pembayaran penghasilan ditunaikan sejak September 2020.

Namun, Nabil mengaku telah menyiasati terkait kekosongan peraturan tersebut. Ia telah membuat kesepakat internal dengan pemain dan pelatih.

“Kami sudah memiliki kesepakatan internal. Kesepakatan ini sudah disetujui pemain dan pelatih untuk bulan Juli dan Agustus,” ucap Nabil.

Bos Borneo FC Ingatkan PT LIB Soal Tunggakan Dana Subsidi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top