Arema FC Tunda Rencana Melantai di Bursa Efek Indonesia

Arema FC Tunda Rencana Melantai di Bursa Efek Indonesia

Rencana Manejemen Arema FC untuk melantai di Bursa Efek Indonesia harus ditunda. Hal ini disebabkan adanya pandemi Covid-19 di Indonesia. Namun usai pandemi berakhir, rencana tersebut akan segera direalisasikan.

Rencana go public ini telah dicanangkan sejak 13 November 2019. Arema FC ingin melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada April 2020. Sebelumnya, Bali United merupakan satu-satunya klub Indonesia yang berstatus go public.

Namun, keinginan manajemen Arema FC tersebut terpaksa ditangguhkan. Corona yang mewabah sejak Maret 2020 menjadi penyebab utamanya. Sebagaimana diketahui, pandemi ini telah melumpuhkan aktifitas perekonomian masyarakat.

Adanya pandemi ini juga berakibat langsung dalam aktifitas BEI. Covid-19 ikut memengaruhi pergerakan angka di pasar modal Indonesia. Saat ini, BEI terus berupaya agar angka pasar tetap stabil. Namun, hal ini tentu bukanlah permasalahan yang sederhana.

Memiliki Rencana Jangka Pendek

Resiko tersebut membuat Arema FC menunda rencana go public tersebut. Sebanarnya, manajemen telah menyiapkan sebuah rancangan jangka pendek. Pihak klub menyiapkan langkah untuk mendapatkan status granted.

Rencana jangka pendek tersebut telah dilakukan sejak November 2019. Status tersebut penting bagi klub sebelum resmi melepas saham di BEI.

“Kami telah mendapatkan AFC Club Professional Licensing sebanyak tiga kali. Dan dengan status granted. Status granted tersebut merupakan ancang-ancang kami,” ujar Sudarmadji.

Arema FC Tunda Rencana Melantai di Bursa Efek Indonesia

“Seharusnya Arema sudah masuk Bursa Efek Indonesia sejak April lalu. Hal ini sebagai standar kualitas manajemen klub,” imbuhnya.

Bakal Go Public usai Pandemi Berakhir

Namun, Sudarmadji mengakui keinginan tersebut terpaksa ditunda. Meski demikian, manajemen akan segera merealisasikan rencana tersebut usai pandemi berakhir. Menurutnya, go public merupakan agenda yang sudah tidak bisa ditawar lagi.

“Rencana itu terpaksa kami tangguhkan hingga kondisi normal kembali. Baik kesehatan masyarakat, maupun aktifitas ekonomi Indonesia,” ungkap Sudarmadji.

Pilihan menunggu kondisi normal merupakan opsi realistis bagi manajemen Arema FC. Jika dipaksakan, hal itu tentu tidak akan menguntungkan posisi klub.

“Itu merupakan pilihan realistis. Tapi, Arema tetap semangat merencanakan go public meski tertunda karena kondisi ini,” kata Sudarmadji.

Arema FC memang terus mempersiapkan rencana go public ini. Pihak manajemen juga telah menyiapkan beberapa kajian mengenai pilihan ini. Pihak klub juga terus berkonsultasi dengan BEI dan Indonesia Stock Exchange.

“Sejak Oktober 2019 kami terus melakukan berbagai konsultasi. Antara lain dengan pihak Bursa Efek Indonesia dan Indonesia Stock Exchange,” ujar Yusrinal Fitrandi menjelaskan.

Arema FC Tunda Rencana Melantai di Bursa Efek Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top