APPI Kembali Desak PSSI Perhatikan Gaji Pemain Sepak Bola

APPI Kembali Desak PSSI Perhatikan Gaji Pemain Sepak Bola

Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) kembali menyoroti gaji pemain. APPI mendesak PSSI untuk terus memberikan perhatian kesejahteraan pemain. Gaji pemain diminta agar tidak berada di bawah UMR.

Sejak kompetisi ditangguhkan, pemain sepak bola mengalami pemangkasan nilai gaji. Hal ini terjadi lantaran adanya pandemi Covid-19 di Indonesia. Kondisi ini membuat PSSI terpaksa mengeluarkan kebijakan pemotongan gaji pemain.

Melalui keputusan resmi PSSI, klub diperbolehkan hanya membayar 25 persen gaji. Hampir seluruh klub mematuhi aturan tersebut.

Namun, peraturan ini memunculkan permasalahan baru yang mengganggu kesejahteraan pemain. APPI menyatakan ada banyak pemain yang mendapatkan gaji di bawah UMR. Fakta ini tentu bertentangan dengan UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003.

Jika kenyataan tersebut benar-benar ada, peraturan PSSI tersebut bisa batal demi hukum. Hal ini disampaikan oleh kuasa hukum APPI, Mohammad Agus Riza. Menurutnya, pemain sepak bola minimal mendapatkan upah sesuai UMR.

“Ada pemain yang gajinya di bawah UMR. Kalau seperti itu, peraturan (PSSI) tersebut batal demi hukum. Sebab, klub berkewajiban menggaji pemain minimal sesuai UMR,” ujar Mohammad Agus Riza.

Kritisi Renegosiasi Kontrak

APPI juga menyoroti wacana adanya rengosiasi kontrak bagi pemain. Dalam wacana tersebut, ada kemungkinan pemotongan 50 persen nilai kontrak. Hal tersebut dinilai bakal menimbulkan permasalahan baru.

Wacana renegosiasi kontrak tersebut digagas mengiringi rencana lanjutan kompetisi. Namun, beberapa klub masih mengaku keberatan dalam memenuhi kewajibannya. Manajemen klub berdalih kondisi pandemi telah menghancurkan keuangan klub.

APPI Kembali Desak PSSI Perhatikan Gaji Pemain Sepak Bola

APPI kemudian mewanti-wanti agar hak pemain menjadi prioritas utama. Jika ada pemotongan gaji, APPI meminta agar nilainya tidak di bawah UMR.

Berpotensi Dialami Pemain Liga 2

Dalam kasus ini, APPI menjadikan pemain Liga 2 sebagai contoh. Rata-rata gaji pemain Liga 2 berada di kisaran Rp5 juta. Jika dipotong 50 persen, maka gajinya bisa berada di bawah standar UMR.

“Kalau Liga 1, kemungkinan masih di atas UMR meskipun dipotong. Yang riskan itu ya pemain Liga 2. Sebab, rata-rata gaji mereka sekitar Rp5 juta. Kalau dipotong 50 persen, pasti di bawah UMR,” ungkap Riza.

Jika hal ini terjadi, APPI menilai pemain berhak mengajukan tuntutan. Sebab, PSSI menentukan keputusan tersebut secara sepihak tanpa pertimbangan pemain.

“Pemain itu berhak mengajukan tuntutan. Kalau mereka memilih di bawah UMR harus dihitung selisihnya. Kekurangan tersebut bisa dimintakan ke klub. PSSI kan sepihak dan tanpa tindak lanjutan. Kami selalu menuntut 100 persen,” pungkasnya.

APPI Kembali Desak PSSI Perhatikan Gaji Pemain Sepak Bola

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top